Why
Iam Alone Here #1
“Morning baby……”,
minggu pagi ini benar-benar sejuk, sedari tadi jam alarm yuri sama sekali tidak
ia gubris, karena ia masih ssangat mengantuk, “Ah….!, aku masih ngantuk,”, “Pyar!”,
kelihatan nya yuri benar-benar malas, tanpa melihat apa yang telah ia perbuat
yuri tetap melanjutkan tidur nya, “Hey, bangun, kau akan kehabisan makanan!”,
kali ini yuri sudah taksabar ia, bangun dengan terpaksa dan menyadari apa yang
telah terjadi.
“Hah,
mengapa aku di sini??, seharus nya aku dikamar ku, mengapa aku di
perkemahan?!”, Tanya heran yuri pada orang disekeliling nya, “Dari tadi aku membangunkan
mu Yel, kau tau!,membagunkan mu sangat sulit!, kau tak mau bangun!”,salah satu
wanita yang terlihar cute dengan mata nya yang indah dengan hidung, yang
mancung dan style nya yang trendi, “Yel?, aku Yuri, Bukan yel! Siapa itu yel!?”
sekarang yuri semakin bingung, degan keadaan, tiba-tiba datang seorang
laki-laki tampan yang ia tak ketahui nama nya,”Kau sudah bangun?, tenang aku
sudah menyimpan sisa makanan mu!” ucap lelaki itu lembut, wajah laki-laki
itu,benar-benar tidak dikenali yuri, tapi hati nya merasa kenal dengan lelaki
itu, wajah nya, proposional, putih, cool, dan pasti tampan, membuat yuri tidak
bisa membalas, satu kata pun, “Yel, apa karena tidur mu yang berlebihan itu kau
lupa dengan ku?, ini aku!, Kim!” wanita yang tidak dikenali nya itu kini sudah
mulai berbicara lagi, “O…o..oh iya, maaf aku terlalu banyak tidur” balas yuri
dengan terpaksa, “mengapa aku disini?, huft” gumam yuri dalam hati, karena
masih kebingungan setelah makan yuri pergi ke samping Danau, yuri benar-benar
bingung, barang-barang yuri yang biasa ia bawa kemah, semua tersedia di tas,
padahal tadi malam semua barang-barang itu masih ada di lemari nya.
“Aku
mimpi bukan?” Tanya yuri pelan pada diri nya sendiri, karena merasa hawa
disekitar sangat dingin, ia kira jika ia ingin bangun ia akan membasuh muka
dengan air danau yang dingin,” Hemft….., semoga aku bias bangun”, yuri segera
membasuh muka nya dengan air danau, ia sedikit kedinginan, tapi dia harus
bangun, jadi ia harus melakukan ini, “Yellia!!!”, “Arg……”, suara Kim cukup
mengagetkan yuri, hingga yuri tercubur kedalam danau yang dingin an cukup
dalam, bukan karea yuri tidak bias berenang, dingin nya air membuat tenaga nya
habis, yuri hanya menjerit kecil tanpa tau adakah yang hendak menolong
nya,Jlb……., yuri kini sudah tasadar, ia hanya merasa, dingin,dingin hangat,
hangat, semakin hangat, dan., Byur……., yuri diselamatkan oleh lelaki tadi,
lelaki itu segera member jaket tebal nya kepada yuri, dan membawa yuri ke kemah
nya.
Lelaki itu tampak sangat
peduli pada seluruh anggota kemah, Ya!, dia adalah ketua regu, wajah nya yang
sangat dingin ini, begitu nampak indah dipagi ini,lelaki itu terus menemani
yuri,dan melakukan segalahal yang harus diakukan seorang perawat pada pasien
nya. “hacuh!” bersin yuri membangunkan lelaki itu dari tidur nya, dari pagi
tadi, hingga malam ia menunggu yuri, dan merawat nya dengan baik, “kau sudah
sadar!” ucap laki-laki itu pada yuri, sampi melepas kompres dikepala yuri, “kau
menunggu ku?, terimakasih”, jawap yuri dengan wajah yang sudah membaik, “ya,
kulihat kau sudah membaik, mau ikut api unggun?” Tanya laki-laki itu, dengan
senyuman yang begitu menawan, “ jaket ku basah, aku akan kedinginan”, wajah
yuri masih terlihat ada rasa kedinginan, “ pakailah ini”, laki-laki itu sangat
halus dan lembut, hingga yoona tidak bias menolah, kini jaket laki-laki yang ia
pakai itu, benar-benar membuat nya terasa hangat, ia pun keluar bersama lelaki
itu, “ Yel, maaf kan aku, tadi pagi maksut ku tidak seperti itu”, kim yang ia
kira sedang bersenag-senag ternyata juga menghawatirkan keadaan yuri,” iya,
gakpapa,salah ku juga berada di samping danau”, kim hanya menghela nafas panjang,
dan merasa lega.
Sedari tadi laki-laki
itu terus berada disamping yuri,memastikan nya, baik-baik saja dan sekedar
bergurau bersama, tanpa yuri sadari, ia telah terlalu jauh hidup, di mimpi,
hingga ia merasa jatu cinta, padahal hanya satu malam, laki-laki itu tak pernah
absen menemani yuri,kehangatan nya sikap lelaki itu pada yuri, benar-benar
membuat yuri merasa nyaman,rasa canggung mulai terasa antara mereka saat acara
api unggun hampir berakhir, yuri merasa sedikit mengantuk dan, “acaranya sudah
selesai, aku sudah mengantuk!”, Tanya yuri dengan nada mengantuk, “Tunggulah
sebentar lagi”, balas laki-laki itu dengan mengacak-acak poni yuri,rasa
mengantuk yuri sudah tidakbisa di ganggugugat, ia akhirnya menyandarkan
kepalanya ke bahu laki-laki itu, laki-laki itu akhir nya mngendong yuri ke
kemah nya, mungkin laki-laki itu juga mulai menyukai yuri, sebelum ia pergi, ia
sempat mengalihkan pandangan nya ke yuri.
--------Keesokan
hari----------
Next Or Stpo?